Senin, 21 Juni 2010

sosok


kegigihan Rachel Corrie.


16 Maret 2003, Rachel Corrie, seorang perempuan muda warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia dengan cara yang tragis: dilindas buldoser Israel buatan AS. Hari itu, Corrie ada di Kota Rafah, Palestina, bersama teman-temannya dari International Solidarity Movement, menyaksikan penyerbuan tentara Israel ke kota itu. Dengan dalih mencari “teroris”, tentara Israel menyerang Rafah dengan amunisi lengkap.


Peluru-peluru berdesing, tank bergerak mencari mangsa, dan buldoser merobohkan rumah-rumah warga setempat. Corrie mendidih melihat semua itu. Tatkala melihat sebuah buldoser Israel hendak menghancurkan sepetak rumah warga Palestina, Corrie berlari menyongsongnya. Mengenakan jaket jingga terang, Corrie berdiri tegap di depan buldoser itu. Tapi buldoser tak berhenti. Teriakan para warga tak digubris. Naas, Corrie akhirnya terlindas buldoser itu. Ia menemu ajal di Rumah Sakit Najar.

Hari itu Corrie memang telah tiada, tapi kita bisa membaca jejak perjuangannya hingga kini dari catatan hariannya. Agustus 2008 lalu, buku yang berisi kumpulan catatan harian Rachel Corrie telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dengan judul Let Me Stand Alone (Biarkan Aku Berdiri Sendirian).


Buku setebal 526 halaman yang diterbitkan Madia Publisher itu memuat pemikiran-pemikiran Corrie perihal perang, kemanusiaan, gaya hidup masyarakat modern, dan berbagai soal lainnya. Buku itu merupakan risalah yang mengecam perang sebagai sesuatu yang menodai kemanusiaan. Pengkotakan manusia karena perang, menurut Corrie, adalah sesuatu yang keji sebab manusia sebenarnya adalah saudara. “Mereka adalah kita. Kita adalah mereka,” begitu kata Corrie.


Lahir dari Olympia, AS, Corrie telah menjadi relawan kemanusiaan sejak usia belia. Ia meninggal pada usia yang amat muda 23 tahun. Keprihatinannya terhadap perang dan tragedi kemanusiaan mulai menemukan bentuknya tatkala ia tiba di Rusia sebagai relawan International Solidarity Movement. Saat itu, sebagaimana termaktub dalam catatan hariannya, Corrie mulai merasakan Amerika sebagai sesuatu yang asing. “Amerika tak mempesonaku lagi. Ia tak mampu memikatku lagi. Ia pudar dan terlipat di pinggiran pikiranku….” tulis Corrie dalam catatan hariannya.


Buku Let Me Stand Alone merupakan contoh yang menarik tentang bagaimana para perempuan yang menyaksikan perang dan kekerasan dari dekat kemudian mengekspresikan gagasannya melalui medium tulisan. Sejarah mencatat, cukup banyak perempuan yang terlibat dalam perang kemudian menuliskan catatan harian atau sebuah risalah khusus mengenai perang.


Rachel Corrie. Sejak Olympia Movement for Justice and Peace (OMJP), Olympians for Peace in the Middle East (OPME), Students Educating Students about the Middle East (SESAME), Olympia Fellowship of Reconciliation (FOR) hingga International Solidarity Movement (ISM) disuplai energi kemanusiaan olehnya untuk meneriakkan kata “Merdeka!” Karena penjajahan yang diprakarsai negaranya (AS), Inggris dan Negara-negara Eropa masih berlangsung di hampir setiap sudut bumi ini.


Dengan pilihan merdeka, Rachel Corrie pergi ke Palestina. Rachel mempelajari isu tak masuk akal Palestina yang berhembus ke telinga dunia dengan kata “konflik” Palestina-Israel. Akhirnya dia dapati kenyataan bahwa Israel menjajah Palestina sejak lebih setengah abad lampau.


“Rachel, untuk pergi ke Palestina, kewajibankah? Tak seorangpun menyalahkanmu untuk mengurungkan niat itu,” ujar Mama Rachel. Rachel menjawab pasti, “Barang-barang sudah kukemas. Rasa takut itu manusiawi. Tapi kupikir, melakukannya tak mustahil. Harus kucoba, Mam.” Seatraktif apapun bujukan keluarganya, niat Rachel tak tergoyahkan. Tekad telah bulat, “Goodbye Olympia…”


Januari 2003. Rachel berangkat ke Israel untuk transit ke Tepi Barat. Setibanya di tanah para pengungsi itu, dia langsung bergabung bersama insan internasionalis (dari Inggris, Jerman, Itali dll) di International Solidarity Movement (ISM); wadah para pegiat kemanusiaan anti penjajahan. Pergerakan ini hanya memiliki dua syarat partisipasi: Pertama, pegiatnya yakin bahwa bangsa Palestina berhak merdeka berdasarkan hukum internasional dan resolusi PBB. Kedua, pegiatnya hanya menggunakan cara tanpa kekerasan untuk memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina.


Ketika tiba di Rafah, Rachel saksikan tank, bulldozer, menara-menara sniper dan pos-pos penggeledahan Israel bertengger di antara puing-puing bekas pemukiman penduduk Gaza. Tembok baja raksasa dibangun di reruntuhan dekat perbatasan Mesir. Matanya menyapu sekeliling; tampak orang-orang Palestina bertahan, meski penindasan terus berlangsung. Wajah-wajah lusuh itu menjalani hidup serba kekurangan, menderita dan menunggu giliran direnggut maut. Itulah kisah jejakan pertama Rachel di bumi Palestina, seperti yang dikisahkan Craig Corrie, Mama Rachel Corrie.

Rachel abstraksikan bahaya di daratan gersang itu. Debam-debam ledakan nyaris tak berjedah diselingi suara peluru-peluru yang dimuntahkan. Sesekali jerit ketakutan penduduk samar terdengar. “Bisakah kau dengar itu…? Bisakah kau dengar itu…?” ujar Rachel terbata-bata saat pertama kali menelepon mamanya dari rumah seorang Palestina tempat dia tinggal.

Di Rafah, Rachel dan pegiat kemanusiaan lainnya menjadi benteng hidup, berdiri mengelilingi pekerja air kota Palestina yang menggali sumur. Dia hadang moncong laras panjang sniper-sniper militer Israel yang berada di menara benteng. Desir angin panas membahanakan deru misil-misil, tak hanya di Palestina, tapi ke seantero jagad.


Rachel dan rekan-rekan terus berdiri mengelilingi sumur-sumur yang sedang digali para pekerja hingga lewat tengah malam. Demi setetes air agar basahi tenggorokan pengungsi Palestina yang terkurung sejak lama di bui Gaza. Hanya itu satu-satunya cara, setelah kebun zaitun penduduk Palestina dilindas buldoser-buldoser tentara IDF (tentara pertahanan Israel), setelah tentara-tentara Israel menimbun sumur-sumur dengan puing-puing rumah penduduk.


Rachel mengasuh bocah yatim massal Palestina dalam naungan Children’s Parliament. Merekalah yang memantapkan kedewasaan Rachel. Melalui mereka, Rachel bisa berbahasa Arab. Melalui Rachel mereka berkenalan dengan bahasa Inggris.

Meski berada dalam situasi gawat di Rafah, Rachel dan kawan-kawan sempat berdemonstrasi menentang militer AS yang meluluhlantak Irak pada 15 Februari 2003. “Ini salah satu tragedi terbesar dalam sejarah,” tutur Rachel.


Kampung halaman: Olympia atau Gaza? Di mata Rachel sama pentingnya. Rachel menjadi tambang yang menyimpul komitmen persaudaraan Gaza-Olympia. Wanita, anak-anak bergabung dalam pekan raya persaudaraan prakarsa Rachel itu.


Rachel menghadang tentara IDF yang hobi meluluhlantak pemukiman penduduk Palestina terutama Gaza. Rachel sengaja menghuni rumah penduduk yang menjadi incaran buldoser-buldoser Zionis-Israel. Rachel sadar, hak hidup merdeka milik semua bangsa, termasuk bangsa Palestina. Ya, Rachel tahu, hukum internasional harusnya melindungi ribuan orang di Rafah, Jalur Gaza. Tak ada hak siapapun untuk memusnahkan bangsa lain, apapun dalihnya, termasuk dalih pendirian negara ilegal Israel dan perluasan wilayahnya oleh IDF dengan membasmi penduduk di daratan berbatasan Mesir itu.


16 Maret 2003. Bersama tujuh pejuang internasional kemanusiaan dari Amerika dan Inggris, Rachel rela menjadi benteng hidup agar sisa rumah-rumah warga Palestina selamat dari serudukan buldoser Caterpillar D-9R milik tentara Israel. Rachel dan aktivis ISM lainnya yakin, bangsa Palestina berhak hidup aman di rumah mereka, di sekolah bahkan di dalam bis. Rachel berprinsip; penjajahan Israel atas bangsa Palestina harus berakhir secepatnya. Pembantaian tak pernah dilakukan orang-orang beradab, apalagi dengan dalih perluasan wilayah. “Mungkin aksi damai efektif sebagai solusi hingga terhenti pembantaian orang-orang Palestina. Sebagaimana penduduk Amerika dan seluruh dunia bisa hidup merdeka, demikian Palestina,” tutur Rachel.


16 Maret 2003. Dua bulldoser dan tank-tank Israel melaju kencang di jalanan Hi Salam, Rafah, Jalur Gaza, perbatasan Mesir menuju rumah-rumah penduduk Palestina. Satu buldoser dikendarai operator, dipandu seorang tentara yang berhenti tepat di depan rumah Nasrallah, salah satu keluarga di Rafah. Sudah beberapa hari Rachel tinggal di dalamnya. Bukan sekedar menumpang tidur, tapi Rachel sengaja menghendaki tentara IDF mengurungkan niat membongkar rumah itu karena keberadaannya. Juga, Rachel menegaskan tekadnya untuk bersama warga Palestina memperjuangkan kemerdekaan. Kesan seram ini dipotret Rachel melalui e-mail yang dikirim kepada Mamanya: Dua kamar depan rumah mereka tak dapat digunakan. Dinding-dindingnya hancur ditembus peluru Israel. Seluruh anggota keluarga; tiga anak dan dua pasang suami istri tidur di ruang tengah. Aku tidur di lantai bersama anak perempuannya, Iman dalam satu selimut.


Sekitar jam 5 sore, buldoser meraung-raung meminta tumbal. Saat melintas, rantai roda baja itu menyemburkan onggokan tanah kering hingga menimpuk aktivis-aktivis yang menjadi benteng hidup rumah warga Gaza itu. Seorang aktivis Amerika terlempar berguling-guling sebelum akhirnya tersangkut di kawat berduri dan seorang aktivis Inggris terjepit dinding. Buldoser D9R Israel siap melindas rumah itu, Rachel bergegas lari menghampiri. Dia tahu, keluarga Nasrallah berada di dalamnya. Dia hadang buldoser itu selayak Polantas menghentikan mobil di jalan raya. Aksi ini biasa dilakukan aktivis ISM sebelumnya.


Buldoser Israel tak berhenti. Aktivis-aktivis ISM lain menjerit histeris melambai-melambaikan tangan. Mereka ketakutan. Raungan buldoser menindih semua suara. Melihat D-9R semakin bergairah menyeruduk, Rachel berupaya memanjat gundukan tanah yang dikeruk pisau buldoser agar tak tertelan. Posisi Rachel di atas gundukan itu cukup tinggi, pasti tentara IDF yang mengoperasikan kendaraan baja itu melihatnya. Tapi serdadu itu tetap tancap gas. Rachel terbanting kemudian terseret pisau Bulldozer. D9R terus melaju. Rantai-rantai baja bergemeretak melindas Rachel, kemudian mundur. Tersisa tubuh hancur Sang gadis Olympia.


Teman-teman Rachel bergegas menghampiri. Rachel masih hidup kala itu. Dia sempat berkata, “Sepertinya punggungku remuk.’’ Tak lama ambulan Palestina datang. Saat itu dipastikan tiada harapan hidup bagi Rachel. Gadis berambut pirang itu dinyatakan meninggal beberapa saat setelah tiba di rumah sakit lokal. sayang wanita cantik itu mati mengenaskan tertindas bolduzer israel, karena itu pihak amerika mendiamkan kasus ini. chy


trend

tips

Tips Mengatasi Insomnia

Tidur merupakan bagian yang terpenting dalam menjaga kesehatan seseorang. Namun, tidur bagi sebagian orang bukanlah hal yang mudah. Ada yang sulit tertidur, sering terjaga saat tidur, atau hanya bisa tidur sebentar-sebentar. Berbagai gangguan tidur tersebut dikenal dengan insomnia. Hampir setiap orang pernah mengalami masalah sulit tidur.

Penyebab insomnia bermacam- macam pada setiap orang misalnya saja stres, nyeri di tempat tertentu, atau karena minum terlalu banyak kafein dan alkohol. Jika hanya sesekali, insomnia tidak mengakibatkan masalah, namun jika terjadi berulang kali dan dalam waktu lama, akan mengakibatkan masalah serius. Insomnia tidak hanya mempengaruhi kadar energi dan suasana hati, melainkan kesehatan secara umum. Sebab, tidur dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Kurang tidur, tidak hanya mengakibatkan gangguan daya tahan, tetapi juga konsentrasi.

Adapun tips untuk mengatasi insomnia adalah sebagai berikut:


· Buatlah jadwal tidur

Usahakan anda untuk memulai tertidur dan bangun pada waktu yang sama pada setiap harinya, termasuk di akhir pekan. Jika Anda terbiasa tidur pada waktu tertentu, kebiasaan yang sama juga akan muncul malam berikutnya. Selain itu batasi waktu di tempat tidur. Terlalu lama berada di tempat tidur membuat tidur yang tidak sehat.

· Hindari keinginan untuk tidur

Dengan membaca majalah, buku atau menonton televisi dapat membuat anda mengantuk dan selanjutnya tertidur. Air hangat atau makanan kecil sebelum tidur dapat membantu anda tertidur.


· Hindari nikotin, alkohol dan kafein

Adapun pemicu anda sulit tidur diantaranya rokok, alkohol, dan kafein. Teh, soda, cokelat termasuk dalam daftar makanan yang mengandung kafein. Selain itu, beberapa jenis obat juga mengandung zat yang membuat sistem tubuh lebih aktif, sehingga anda akan sulit tertidur.


· Perhatikan makanan

Perbanyaklah mengkonsumsi makanan produk hewani, seperti susu, keju, daging, atau ikan. Makanan tersebut mengandung tryptophan, yaitu jenis asam lemak yang menghasilkan serotonin dan mengendurkan syaraf pada pusat otak.

· Nyaman nomor satu

Kenyaman merupakan hal yang utama ketika kita akan tidur. Pastikan tempat tidur anda terjaga kebersihan dan kerapiannya. Musik yang lembut juga dapat membantu anda sebagai pengantar ketika sedang tidur. Kurangi suara yang menggangu tidur, misalnya kipas angin, pintu atau suara yang mengganggu lainnya. Kurangi minum sebelum tidur, sehingga tidak terbangun untuk buang air kecil. Adapun hal yang terpenting hindari memikirkan hal- hal yang dapat mengganggu dan menyita pikiran anda ketika akan tidur



· Matikan lampu

Jangan lupa untuk memadamkan lampu. Sinar lampu akan membuat otak menerima pesan sebagai tanda untuk tetap terjaga. Selain itu, singkirkan jam dari penglihatan Anda. Menghindari jam diketahui efektif membantu orang tertidur hingga 90%. Saat Anda terbangun dan melihat jam, maka tubuh Anda mengalami transisi dari tidur menjadi bangun, akibatnya Anda akan kesulitan untuk tertidur kembali. all

warna-warni


TAHUKAH ANDA, SUSU TERNYATA MEMPENGARUHI MANFAAT TEH BAGI KESEHATAN!!

Kita mungkin pernah melihat orang yang meminum teh yang dicampurkan dengan susu, atau mungkin anda pernah meminumnya? Bagi orang Malaisya atau India, mungkin minuman ini begitu akrab dengan lidah mereka karena mereka menganggap bahwa kandungan cathecin yang terdapat pada teh yang mempunyai kemampuan melawan penyakit jantung dapat lebih bermanfaat apabila dicampur dengan susu.


Namun tahukan anda, bahwa sebenarnya susu dapat menghambat efek perlindungan yang dimiliki oleh teh dalam mengahambat terjadinya penyakit jantung. Hal ini telah dipaparkan seorang peneliti yang berasal dari Charite Hospital, University of Berlin. Beliau menyatakan bahwa jika ingin mengambil manfaat yang terkandung dalam teh untuk kesehatan jantung, sebaiknya jangan menambahkan susu dalam teh tersebut.


Informasi ini menjadi sangatlah penting, mengingat teh merupakan minuman kedua yang banyak dikonsumsi oleh semua orang diseluruh dunia karena mereka meyakini khasiat yang terkandung di dalamnya. Namun, hingga kini tidak diketahui apakah penambahan susu pada teh dapat mempengaruhi khasiatnya. Para peneliti menyebutkan bahwa protein kasein yang terkandung dalam susu dapat menurunkan sejumlah komponen catechin yang terdapat dalam teh.


Para peneliti sangat yakin dengan hasil temuan tersebut, yang juga pernah dilaporkan dalam European Heart Journal, dijelaskan bagaiman negara seperti Inggris yang memiliki kebiasaan mencampurkan teh dengan susu ternyata tidak menunjukkan penurunan angka resiko penyakit jantung dan stroke.


Teh hitam sangat bermakna meningkatkan aliran darah bila dibandingkan dengan cairan lainnya, namun saat dicampur dengan susu, maka efek tersebut akan hilang. Uji coba juga dilakukan terhadap hewan tikus. Saat tikus tersebut diberikan teh hitam, maka produksi natrium oksidanya akan meningkat sehingga meningkatkan dilatasi pembuluh darah, namun dengan pemberian susu pada teh tersebut tidak memberikan efek yang nyata pada manfaat teh tersebut, bahkan cenderung menghambat efek dari khasiat teh tersebut. all